Rainbow Cake suka-suka

(poto menyusul yaa…)

Banyak resep rainbowcake beredar di rumah simbah Gugel. Dari beberapa resep yang aku coba, rasanya ada yang tertinggal di lidah. maklum, sebagai wong ndeso, jika ada sesuatu yang gak beres maka akan ada yang ketinggalan di lidah atau tenggorokan.
So, coba modif resep sak karepe dewe.
Here, we go.

Bahan:
200 gr gula pasir
250 gr tepung terigu
4 buah telur ayam
70 gram WCC (White Compound Cokelat)
2 sendok sayur minyak goreng (kalo mau margarin katanya oke-oke wae)
100 ml susu UHT (pakai SKM atau susu bubuk juga gpp)
pewarna makanan (merah, kuning, hijau, biru, ungu)
sp dan bp secukupnya (tidak pakai juga gpp)
garam dan vanili secukupnya

how to:
1. Siapkan loyang yang telah dialasi kertas roti. Oleskan minyak di dasar loyang agar kertas roti tidak bergeser. Loyang bagian samping tidak usah dioles minyak, agar adonan bisa pegangan dan tidak kempes. Resikonya ya nanti kalo udah mateng pakai acara ekrek-ekrek ngiris pinggir cake dulu. *sabar yaa..
2. Ayak tepung terigu, vanili dan bp (fungsi diayak biar gak ada yang menggumpal)
3. Lelehkan WCC dengan minyak goreng dengan cara ditim (biar cepet leleh, WCC disisir tipis-tipis dulu)
4. Panaskan panci kukusan, jangan lupa alasi tutup dengan serbet bersih agar uap air tidak menetes di adonan.
5. Mixer gula, telur, sp, garam dengan kecepatan tinggi sampai putih berjejak.
6. Turunkan kecepatan ke angka paling rendah, masukkan tepung terigu, bp dan vanili.
7. Masukkan WCC yang telah dilelehkan dan susu cair.
8. Bagi adonan dalam lima bagian sama banyak.
9. Ambil satu bagian, campurkan pewarna merah. 4-5 tetes. Aduk rata. Masukkan ke loyang. Ratakan.
10. Kukus 5- 10 menit (*aku lima menit berani)
11. Sembari menunggu kukusan layer pertama, ambil adonan dan beri warna kuning. Masukkan ke loyang di atas layer pertama.
12. Begitu selanjutnya sampai adonan habis.
13. Kukus semua layer selama 20 menit. Lakukan tes tusuk untuk memastikan cake sudah matang.
14. Potong-potong, sajikan

Nb:  Sp aku pakai ovalet kupu-kupu, Bp juga pakai baking powder kupu-kupu.

Advertisements

Menghapus Delta Search di New Tab Mozilla Firefox

Siang yang sumuk ini paling asyik leyeh-leyeh di depan kipas angin sambil nyawang gaweyan di monitor kantor. Tiba-tiba datanglah mbak Anis yang manis menghampiriku.

“Ul, Firefox-ku njedul Delta-deltane.” Keluh Mbak Anis.

“Lha bar mbok instali opo mbak?”

“Ora taq apak2ke, suwer. tapi wingi bar dinggo Mas Doni”

Yowis, akhirnya saya yang sebenarnya tidak tau asal muasalnya itu kenapa, demi nglegani mbak Anis, aku beranjak dari kursiku yang tidak empuk menuju komputernya. Sambil berpura-pura sok tau aku klik sana sini. Cek settingan Firefox,  cek Add On, cek Control Panel, tetep itu Delta nggondeli Firefox.

“Neknu di-install ulang wae mbak Firefox-e” kataku pasrah.

“Diinstalke sisan ya, Ul. Aku ora mudeng” Halllah..

Ambil master Firefox di server dilanjutkan dengan menguninstal dan menginstal kembali. Klak klik klak klik klak klik

dan taraaaaaaaaaaaa…..

TIDAK BERHASIL

yowislah, mangkat ke rumah simbah dulu. ternyata ada banyak yang sudah ketemu sama si delta-delta ini. Salahsatunya dari http://info.delta-search.com/uninstall/firefox. Oke, print wae langkah-langkahnya. Mbak Anis masih setia menungguku. dan merelakan tisyunya aku ambil terus-terusan buat lap hidung gatel. *maap mbak, masih meler dan batuk ini.

Lanjut mbersihi delta-delta.

1. Pastikan segala sesuatu yang berbau delta-delta telah musnah dari muka bumi, eh, dari komputer maksudku. Cek di Control Panel dan pengaturan firefox. *done

2. Selanjutkan bersihkan delta-delta homepage dengan langkah-langkah sbb. *kopas wae

  1. Open Mozilla Firefox
  2. From the Firefox orange button (or from the standard Tools menu), select Options.
  3. In the General tab, delete the Delta URL from the Home page text box.
  4. Click OK to save the changes.
  5. Type: about:config in the address bar and press enter
  6. Confirm the message.
  7. Type: browser.newtab.url in the Search text field
  8. Right click on the result and select Toggle (or Reset in older versions)

3. cek New Tab.

Berhasil.

Oiya, delta-delta ini ngisruh2i di bagian toolbar, homepage, search dan lain-lain. Jadi tampilan default yang sudah kita atur di setting firefox dulu akan berganti dengan delta-delta.

*postingan ini hanya untuk mengingat-ingat jika kelak nemu delta-delta yang lain.

NIkmatnya Hamil Berbonus Kista

a

Didiagnosa ada kista berdiameter 6,7 cm di USG pertama kehamilan pasti akan membuat siapa saja terkejut. Termasuk aku. Ya, saat sore itu aku berkunjung ke dokter kandungan untuk meyakinkan diri bahwa aku memang hamil. Benar, aku hamil. Ada kantung janin bersemayam di perutku. Dan dokter memberiku bonus kista sebesar itu. Aku tidak pernah menyadari ada bola kecil tumbuh di tubuhku. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya atau aku mengabaikannya karena terlalu sibuk bergelut dengan waktu dan pekerjaan.

Allah tidak akan memberikan cobaan di luar kuasaku menerimanya. Kepercayaan kepada-Nya memberikan secercah keyakinan dan kekuatan.  Aku dan anakku pasti bisa bersama melawan kista. Hanya saja impian melahirkan normal sudah sirna, dokter dan bidan tidak berani bertaruh dengan nyawa anakku dan nyawaku sendiri.

Kista terus dipantau selama kehamilan. Sayangnya di trimester kedua, kista bersembunyi di belakang janin. Beruntung kata dokter, kista tidak mempengaruhi perkembangan janinku. Hanya saja saat si kecil menendang, ada kalanya terasa sangat nyeri. Mungkin si kecil menemukan bolanya di dalam sana.

Masuk usia kehamilan 8 bulan, baju-baju dan perlengkapan bayi sudah aku beli. Cuti hamil masih belum aku ajukan. Pekerjaan kantor masih menumpuk, aku tidak mau meninggalkan beban untuk rekan-rekanku. Aku masih lembur sampai senja menjelang.

Juga sore itu.

Jam enam sore aku baru keluar dari kantorku. Pulang naik motor sendiri masih akrab denganku. Dengan ekstra hati-hati tentunya. Sesampainya di rumah, aku temui ada flek saat aku mandi. Ah, mungkin hanya kecapekan. Tapi, suami segera memintaku periksa ke bidan. Setelah maghrib kami mendapat berita  yang membuat suami melongo. Sudah pembukaan 1.  Padahal usia kehamilan baru 8 bulan, kontraksipun belum ada (*atau aku yang ndableg karena terbiasa meringis saat si kecil sedang bermain bola di perut). Bidan segera menghubungi dokter kandungan koleganya. Dan aku dirujuk ke rumah sakit tempat sang dokter berada.  Malam itu juga.

Masuk rumah sakit, suami dan mertua sibuk menurunkan bawaan. Aku melenggang santai ke UGD. Perawat melongo melihat ada ibu perut buncit masuk UGD membawa surat rujukan melahirkan untuk dirinya sendiri. Mendaftar pasienpun kulakukan sendiri, kali ini petugas pendaftaran bingung, lihat ada pasien mendaftarkan dirinya sendiri, untuk operasi pula. Beruntung suami segera datang.

Hampir tengah malam, aku didorong masuk ke ruang operasi.  Aku sudah pasrah atas kehendak-Nya. Sadar dengan kondisiku, terpikir olehku kematian akan mendatangiku. Hanya satu permintaanku, jika memang ini hari terakhir aku hidup di dunia, ijinkan aku melihat anakku sebelum nyawa lepas dari raga.

Aku masih merasai kehilangan kontrol atas separuh tubuhku, aku masih mendengar denting alat operasi dan detak suara pengukur degub jantung sampai akhirnya aku terbangun satu jam kemudian.  Perawat memberitahu bayiku berada di kamar bayi. Sehat dan montok. Alhamdulillah….

Operasi lancar, hanya saja terjadi pendarahan,  kista pecah, turunnya kadar hb dan harus segera ditransfusi darah. Kondisiku belum memungkinkan untuk menemui anakku. Baru 7 jam kemudian perawat membawa bayiku ke pandangan mataku. Biarlah orang di luar sana menghujat para ibu yang memilih SC daripada melahirkan normal. Aku tetap menjadi ibu, sama seperti ibu yang lainnya. Ibu dari anakku.