kamu

ketika gulana datang mendesah
airmata tak lagi sanggup membasah
hanya mampu mencumbu resah
hati terdiam dalam lelah

aku tak lagi peduli kepada hujan
aku tak lagi mampu berbincang dengan awan
aku tak lagi bisa meminum pikiran
hanya bisu yang mampu ku telan

ku rasa lidahku telah kelu
ku lewatkan semuanya berlalu
menggigil dalam deru
meringkuk dalam semu

aku butuh kamu
ya, kamu!

Advertisements

Kekasihku Menangis Tiga Kali [ajarfiksi #6]

Maafkan aku, sayang. Karena aku belum mampu menghidupimu, kamu jadi bekerja keras seperti ini untuk menghidupimu dan bekerja lembur sampai menginap di kantor” Suaranya pelan dan tertahan. Tone yang dalam berpadu dengan desah berat nafasnya menelusup di telingaku. Sejurus kemudian terdengar isaknya. Pelan, namun mampu menembus inderaku dan bersemayam di hatiku.

Ya, dia kekasihku.
(…Baca lanjutannya di sini yaa…)

[sajak] Aku Tidak Akan Menyerah

[sajak] Aku Tidak Akan Menyerah

aku tidak akan menyerah pada bumi yang memanas,
aku tidak akan mengaku kalah pada langit yang meranggas,
aku tidak akan berserah pada angin yang mengeras,
aku tidak akan terjamah pada setan yang mengganas.

aku akan bertahan dalam impian indahku
aku akan berdiam dalam masa depan anakku
aku akan sejalan dalam harapan ayah ibuku
aku akan berdampingan dalam tautan tangan suamiku

karena aku (selalu) ibu dari anakku,
karena aku (selalu) anak dari ibuku,
karena aku (selalu) anak dari ayahku,
karena aku (masih) istri dari suamiku.

aku tidak akan menyerah!

Glow in the Dark [ajarfiksi #4]

Glow in the Dark

 

“Min…. Minah… pulang sekolah nanti Minah mampir ke rumah Pipin ya. Ada sesuatu yang mau Pipin perlihatkan.” Minah yang sedang sibuk menghitung jumlah kerikil dengan pikirannya itu sontak menoleh mendengar suara sahabatnya itu.

“Minah lagi ngapain sih?” tanya Pipin. Dia heran melihat Minah duduk di teras kelas sambil memandangi kerikil-kerikil yang berserakan.
(…Baca lanjutannya di sini yaa…)

Surat untuk istri kekasihku [ajarfiksi #3]

Pertama kali aku mendengar namamu

Aku masih ingat.
Aku dan kekasihku sepakat tidak pernah menggunakan kata ganti dia, temanku, kawanku untuk menyebutkan seseorang selain kami berdua. Kami harus menyebut siapa nama orang yang kami maksud. Tentunya agar tidak memberikan definisi ambigu ketika menyebut kawanku. Karena kawanku bisa bermakna dia seorang laki-laki atau dia seorang perempuan.

Dia menyebut namamu. Menunjukkan paket yang kamu kirimkan untuk dia. Menceritakan siapa dirimu, dimana kalian berkenalan, dan untuk apa kalian berhubungan. Aku memang tidak membatasi teman-temannya. Dia boleh berteman dengan siapa saja, lelaki maupun wanita. Kami mempunyai prinsip jujur dan percaya. Dan aku tidak mempermasalahkan namamu. Aku juga menerima nama wanita lain masuk ke telingaku. Dan mereka teman-teman kekasihku. Akupun memiliki teman-teman pria yang juga diketahui oleh kekasihku. Pun hanya sekadar teman kantor atau teman sekolah. Aku tidak memiliki teman lelaki baru setelah aku memiliki kekasihku.
(…Baca lanjutannya di sini yaa…)

Rama [ajarfiksi #2]

Ting!
Suara ponsel di meja samping tempat tidur membuatku menoleh dari televisi yang sedang menampilkan serial FTV. Malam sudah begini larut mengapa masih ada orang yang terjaga dan menghubungi. Bukankah ini waktunya istirahat? Ah, persetan dengan sms! Aku mau menikmati malam ini, terjaga sendiri berteman televisi.
Ku pandangi Rama yang sedang terlelap di sampingku. Dia, lelaki yang membuatku… ah, bukan aku tidak mau mengakui aku jatuh cinta padanya, tetapi memang perasan ini bukan perasaan cinta. Bukan cinta seperti yang aku rasai kepada kekasih-kekasihku terdahulu. Perasaan ini sekedar biasa saja. Memang benar aku merasa nyaman di dekatnya. Betah telingaku mendengarkan kisahnya, tak bosan aku tertawa bersamanya. Tapi aku rasa ini bukan cinta. Benar, ini bukan cinta.
Pun begitu aku merasai bagaimana dia menyayangiku. Bagaimana dia memperhatikanku. Dia pula yang memberiku semangat ketika aku merasa limbung, ketika aku tak memiliki arah. Dia ada membersamaiku.
Apa dia mencintaiku? Aku tidak yakin.
(…Baca lanjutannya di sini yaa…)

Melati Menanti [ajarfiksi #1]

Mataku masih lekat menikmati putih melati yang sedang mesra bercengkerama dengan daun-daun hijau di rimbunan bunga-bunga di bawah jendela kamarku. Dari sekian banyak jenis bunga yang ditanam kakakku, hanya melati yang benar-benar memaksa mataku mengacuhkan warna-warni bunga yang lain. Melati begitu putih, suci, ah… dia begitu mesra. Kata orang mawarlah yang paling mewakili perasaan cinta. Dan mereka begitu mencintai mawar. Namun, cintaku untuk melati lebih besar. Aku tidak tahu sejak kapan aku begitu jatuh cinta pada melati. Sungguh, aku benar-benar cinta!
Jendela kamarku menjadi tempatku bercinta dengan melati-melati itu. Begitu banyak waktu kuhabiskan di tepi jendela. Ah, aku benar-benar lupa waktu saat berbincang dengan mereka. Mereka jiwaku. Aku tidak ingin terlepas darinya. Melati….
(…Baca lanjutannya di sini yaa…)