Kisah dengan suami. Salah seragam. WKwkwkwk

Filenya sudah hilang.

ada link di http://ahtenane.com/2018/02/03/benar-benar-salah/

………………….

Benar- Benar Salah

 

Pagi ini pagi yang cukup semruweng untuk Lady Cempluk. Anak wedoknya, Gendhuk Nichole, yang masih balita mendadak rewel. Lady Cempluk berusaha merayu supaya mau ditinggal kerja dan tidak rewel. Jam sudah hampir waktunya berangkat kerja. Namanya anak kecil, tetep aja nggregeli minta ini dan itu sama simboknya. Melihat Lady Cempluk repot, Jon Koplo inisiatif untuk menyiapkan sendiri keperluannya. Dari sarapan, sangu makan siang dan seragam dia siapkan sendiri. Sudah mepet jam berangkat kerja,  Lady Cempluk tentu saja teruru-buru menyiapkan keperluannya sendiri. Beberapa sudah disiapkan oleh suaminya, termasuk seragam. Langsung pakai dan mereka berangkat kerja.

Di perjalanan, HP Lady Cempluk bergetar. Saat membaca sms, dia sekilas melihat hari dan tanggal. Ini hari rabu. Lalu merasa ada yang salah.

“Mas, ini hari rabu kan?” Tanyanya sambil nyolek pinggang suaminya.

“Ho’oh. Lha ngopo, dik?”

“Mas, seragam hari rabu ki yang putih garis merah, kan?”

“Iyo.”Pandangan  Jon Koplo tetap konsen ke jalan di depannya. Mengendarai motornya.

Iki lho, mas. Kita pakai baju yang garis biru. Ini seragam besok, hari kamis.” Lady Cempluk kaget. Jon Koplo segera melirik ke baju seragamnya. Bener. Bener-bener salah.

Jon Koplo dan istrinya, Lady Cempluk, sama-sama bekerja di kantor yang sama. Sebuah penerbitan di kutha Solo. Mereka memiliki seragam yang berbeda-beda setiap harinya. Padahal ada 6 hari kerja, yang artinya ada 6 seragam. Ada dua model seragam yang hampir sama. Modelnya sama-sama dominan warna putih, hanya saja satunya garis merah, satunya garis biru. Dipakai di hari rabu dan kamis.

Sesampainya di kantor mereka berpapasan dengan Tom Gembus. Tom Gembus langsung ngekek melihat kedua rekannya salah seragam.

Kebangeteeeen.. kebangeteeeenMosok yo serumah nggak ada yang ingat seragam mana yang bener. Kalo aku salah kan masih lumrah wong masih bujang. Lha kalian?” Jon Koplo dan Lady Cempluk hanya bisa mesem kecut.

Ah Tenane “Kok Tidak Ada?”

Gara2 postingan di facebook, mbak Rifati Nasukha Luthfi

…………………………………………

Kok, Tidak Ada?

Kejadian menggelikan ini terjadi di tlatah Salatiga. Mbah Jon Koplo yang sudah cukup berumur, masih bersemangat untuk nyoblos baik pemilu maupun pilkada. Beberapa bulan ini berita pilkada tiap hari ditonton lewat televisi. Televisi jadi satu-satunya teman di rumah. Namanya juga sudah mbah-mbah, tentu saja acaranya di rumah kebanyakan nonton televisi.

Pada hari pencoblosan, mbah Jon Koplo bangun pagi. Siram sebelum subuhan. Mruput tenanan pokoke. Niatnya supaya dapat berangkat ke TPS gasik. Tidak antre terlalu lama. Setelah sarapan, beliau segera minta tolong cucunya Lady Cempluk untuk mengantar nyoblos. Lady cempluk yang masih umbah-umbah disuruh ninggal cuciannya. Nanti saja habis nyoblos, kata beliau. Lady cempluk hanya gedeg-gedeg melihat polah simbahnya.

Sesampainya di TPS, TPS masih sepi, hanya para anggota TPS yang hadir. Jon Koplo disambut oleh senyum manis Tom Gembus. Sebagai anggota TPS, Tom Gembus bertugas untuk mendampingi pencoblos yang usianya sudah sepuh. Setelah melewati prosedur pendataran, Tom Gembus mendampingi Mbah Jon Koplo sampai ke bilik pencolosan. Dan kemudian menunggu di luar bilik.

“Tom… Tom…. Le, iki kartu suarane salah!” Tiba-tiba Jon Koplo berteriak. Segera Tom Gembus  mendatangi bilik suara tempat Mbah Koplo berada.

Pripun, Mbah?”

Iki lho, kartu suarane keleru.” Tom Gembus menerima kartu suara yang dilanturkan Mbah Koplo.  Memeriksanya dengan hati-hati.

Sampun leres niki, Mbah. Sudah benar. Njenengan tinggal coblos calon yang njenengan cocok.”

“Ndak bener ini. Salah!”

“Salah pripun to, Mbah?” Tom Gembus mulai kebingungan.

“Kok kartu suarane ndak ada gambarnya Ahok, Anis sama anaknya SBY itu?”

Ngapunten, Mbah. Itu pilkada gubernur Jakarta mawon.”

“Woooo… lha tipine beritane mung kuwi!” Sambil misuh Mbah Koplo segera masuk ke bilik dan nyoblos sak senenge. Lha mau milih yang mana, wong jagoannya tidak ada.

Ealaaah Mbah… Mbah….

Ah Tenane “Artis Facebook”

Ah tenane ini dari kisah mbakdok yang kuweren. Mbak Vanessa Sutopo

 

  Artis Facebook

 

Gendhuk Nicole adalah penggemar kereta. Saban harinya dia langganan kereta menuju tempat bekerjanya. Seperti biasa kereta ramai di pagi hari. Daripada ngalamun Gendhuk Nicole mengambil ponselnya, buka facebook. Dia sedang gandrung baca postingan seorang dokter yg difollownya. Dokter perempuan yang ramah dan cantik. Beliau memiliki banyak penggemar. Biasanya disebut dengan artis facebook. Dokter itu juga tinggal satu kota dengannya.

 

Sang dokter sering posting hal lucu saat memeriksa pasien maupun saat medical care para karyawan maupun calon karyawan. Respon para karyawan yang lucu-lucu ketika diminta dokter melepas celana saat akan pemeriksaan ambeien maupun dicek kesehatan lainnya, ditulis menjadi status di facebook yang menggundang senyum dan tawa banyak orang yang membacanya.

 

Gendhuk Nicole ngikik-ngikik sendirian baca postingan sang dokter. Tidak sadar kalau di depannya ada wanita berkerudung yang memakai masker di depannya yang memperhatikannya. Beberapa saat kemudian kereta mulai kosong, wanita yang tadi di depannya berpindah duduk di samping Gendhuk Nicole. Beberapa kali wanita itu menoleh ke Gendhuk Nicole dan melirik ke ponsel yang sedang dibacanya. Gendhuk Nicole menyadari tapi tidak nggagas atau bahkan sekadar menyapanya.

 

Sesampainya di tempat kerja, kantor masih sepi. Gendhuk Nicole kembali membuka facebooknya. Ada postingan baru dari dokter idolanya.

“Aku pakai masker, berdiri di kereta. Mbak yang duduk di depanku lagi cengar-cengir sambil dikit-dikit nutup mulut. Pas aku duduk di sebelahnya…. Ealah dia lagi baca status-statusku. Dia nggak sadar aku duduk di sampingnya. Dia dah turun duluan tadi. Hehehe…”

Gendhuk Nicole spontan kaget. Lha blaik! Tibake tadi yang di sebelahku ibu dokter artis facebook. Asyeeem… Asyeeem… Tahu begitu tadi aku ajak selfie. Gendhuk Nicole hanya bisa mringis menyesal.

Ah – Tenane “Tiwas Pede”

Mas John Koplo kali ini kupersembahkan untuk adek lenangku, yang kena tilang krn bawa STNK mase.

……………………………………………..

TIWAS PEDE

 

Kejadian lucu ini terjadi ketika sedang ada operasi razia kelengkapan surat-surat kendaran bermotor yang dilakukan oleh polisi lalu lintas. Jon Koplo, yang bekerja sebagai sales sebuah perusahaan, sudah menyiapkan diri bakal bertemu dengan operasi yang dilaksanakan oleh polantas. Memang sudah pekerjaannya untuk muter-muter mencari calon pelanggan. Tentu saja harus melewati jalan-jalan yang harus tertib berlalu lintas.

 

Dari kejauhan Jon Koplo melihat kerumunan di seberang alun-alun. Ada operasi lalu lintas di sana, Jon Koplo membatin.  Karena memang jalur alun-alun harus dilewati untuk bertemu dengan calon pelanggannya, maka Jon Koplo tetap menuju ke operasi lalu lintas. Sesuai dengan dugaan, operasi penertiban sedang dilaksanakan. Jon Koplo diarahkan oleh polisi untuk segera menepi.

 

“Selamat siang, mas. Mohon dikeluarkan surat-surat kendaraan dan SIMnya.” Sapa Pak Polisi

Nggih, Pak. Sebentar. ” Jon Koplo segera mengeluarkan dompet dari saku belakang celananya.  Segera mengeluarkan SIM beserta STNKnya.

“Ini SIM dan STNKnya, Pak.”

Pak Polisi segera mengecek surat-surat yang diberikan Jon Koplo. Jon Koplo melirik jam tangannya. Dia harus segera sampai ke tempat pertemuan. Masih kecandak kalau hanya menunggu pak polisi mengecek surat-surat kendaraannya.

 

“Mohon maaf, mas. Ini bukan STNK motor ini.”

Sontak Jon Koplo kaget mendengar kalimat polisi.  Lalu berpikir, kok bisa ya salah STNK?

“Salah STNK, Pak?” Jon Koplo berusaha memastikan

“Iya, mas. Ini STNK atas nama Tom Gembus dan nomor plat motornya berbeda.”

 

Begitu nama Tom Gembus disebut, Jon Koplo baru tersadar.

“Itu STNK motor kakak saya, Pak. Kemarin tukeran motor. ”

“Besok lagi kalau mau berpergian dicek lebih dahulu surat-suratnya ya. Sebentar, saya buatkan surat tilangnya”

Jon Koplo hanya bisa pasrah melihat pak polisi menuliskan surat tilang. Tiwas pede jebul keleru. Sambil komat-kamit semoga kakaknya tidak bepergian dan bertemu operasi lalu lintas hari ini. Mosok kena tilang semua?