Di Friendlist Facebookku Ada Istri Kekasihku

a

Namanya Puspa. Nama yang cantik, secantik orangnya. Walau aku belum pernah menjumpanya, tapi sedari dulu kami terhubung lewat media facebook. Kala itu aku masih jaman alay, bikin akun facebook karena punya kekasih yang bikin akun facebook baru. Biar kami tetap terhubung dengan dunia maya, maksudnya. Maklum aku dan kekasihku tinggal di kota yang berbeda. Langit yang menautkan hati-hati kami. Dan adanya facebook ini juga menambah dekat hubungan kami.

Ada nama Puspa di friendlist facebooknya. Teman. Begitu kekasihku menjawab tanyaku. Dan teman kekasihku itu meng-add aku. Tentu saja aku terima. Aku senang berkenalan dengan teman-teman kekasihku. Hubungan aku dan Puspa baik-baik saja hingga suatu ketika Puspa mengatakan bahwa dia menyukai kekasihku. Sedikit cemburu, tapi aku persilahkan saja. Aku tidak punya hak untuk melarangnya. Sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa aku kekasihnya, tapi urung aku lakukan. Ah, biarkan kekasihku yang melakukannya.

Ternyata urungnya niatku itu malah membawa malapetaka untukku. Kekasihku tidak mengenalkanku sebagai kekasihnya. Aku ketahui itu ketika suatu siang aku temukan sederet email mesra terkirim kepada Puspa. Mereka sudah berpacaran sejak setahun sebelum Puspa berkenalan denganku. Maka akupun tahu diri untuk pergi. Tetapi kekasihku menahanku, dan meminta mengulangi lagi kisah kami dengan awal. Dengan mudahnya aku terima. Dengan persyaratan tidak ada lagi Puspa diantara kami. Aku juga dilarang untuk berhubungan dengan Puspa.

Setahun berlalu, facebook kembali mempertemukan aku dengan Puspa. Puspa ingin mengajakku bicara. Sejatinya Puspa mengkhawatirkan keadaanku setelah aku dicerai oleh kekasihku. Aku tidak mengira, kembali terhubungnya kami membawa berita yang begitu buruk. Untukku maupun untuknya. Kami memiliki kekasih yang sama.

Kali ini aku benar-benar lelah. Dan aku putuskan menghilang dari peredaran keduanya. Mereka menikah 6 bulan kemudian.

Lagi-lagi memang Facebook yang menjodohkan kami. Puspa menggunakan akun kekasihku untuk add aku kembali setelah sebelumnya aku telah diremove kekasihku. Aku memang tidak memblokir akun mereka. Buat apa? Mosok segede ini ikut-ikutan macam bocah alay yang baru putus cinta main blokir akun.

Aku menolak berteman Puspa melalui akun kekasihku. Add dengan akunmu sendiri, akun yang telah memblokirku. Puspa menyetujui. Kami kembali berteman di facebook.

Apa harus menjadi marah kepada orang yang telah memblokir akunku dan kini menjadi istri kekasihku? Ah, tidak. Keadaan tidak akan berubah dengan marah-marah sepanjang jaman. Keadan tidak berubah dengan mendiamkan satu sama lain. Tidak akan berubah sedikitpun.

Kami berteman karena kami sama-sama wanita, kini sama-sama seorang istri dan sama-sama seorang ibu. Di urusan ini saja kami berbincang. Tentang lelaki yang dulu kekasihku? Itu urusan Puspa bukan urusanku.

Setidaknya, berteman dengan Puspa, kembali merajut silaturahmi yang sempat terputus karena kelakuan kekasih kami. Kami tidak hidup dalam dunia sinetron yang terus memaki dan dendam membara dalam dada. Tidak perlu ada kisah tentang perebutan lelaki. Tidak perlu itu semua. Lelaki itu sudah ditetapkan jodohnya oleh pemilikNya, dan aku tidak perlu menggugatnya.

Berteman dengan keseharian istri kekasihku, aku belajar banyak hal. Aku belajar memahami, aku belajar melihat, aku belajar mendengar dan aku belajar ikhlas. Juga belajar melihat segala sesuatu dari sisi orang lain, tidak hanya sisi diriku sendiri. Kebahagiaan Puspa adalah kebahagiaanku. Terdengar satir, tapi itu yang aku rasakan.

Benar kata sang pujangga. Bahagia itu ketika seseorang yang kita cintai telah bahagia, dengan kita ataupun dengan yang lainnya.

 

Tulisan ini disertakan dalam giveaway “GiveAway Indahnya Silaturahmi, Lavender Art” by mbak Irowati.

Advertisements

10 thoughts on “Di Friendlist Facebookku Ada Istri Kekasihku

  1. Masyaallah…sungguh lapang hati mbak…semoga Allah mengganti semua kebaikan hati mbak dengan kebaikan yg lebih banyak dan lebih indah…
    Terimakasih sudah berpartisipasi dalam GAa saya ya mbak…

  2. Mbak, ceritanya sama kaya aku. Hihihi…. Sampe sekarang masih berteman dengan si istri, sama si suami sudah 10 taun lost contact… Sama jg, si istri maksa terus minta add fbku, pdhl udah dilarang si suami… Kalo gini namanya apa ya? Heheheh

  3. wkwkwk.. si suami itu punya dua akun dan aku diblokir semua. yasudah, wasalam…
    mantannya suamiku juga ada di akunku. tapi gak pernah saling kontak lagi.

  4. Oh yaaa, sampe diblokir mbak? Ckckckck… Aku jg sm si suaminya ga pernah kontak, klo istrinya bahkan aku lahiran kalila bbrp jam stlh melahirkan langsung nelp aku dr jerman mbak, mrk tinggal di sana. Nyampe rumah abis lairan tiba2 ada kado dr sono. Aku kadang suka bingung sendiri, segitunya ya carenya sama aku… Sampe kadang pengen tau jg apa sih yg ingin diketahuinya dariku? Toh bisa nanya sama suaminya langsung….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s