aku dan kehilangan

mammamia2

Entah kenapa, hari ini yang keluar dari ingatanku adalah film musikal “Mama Mia” dan satu lagu di dalamnya. Aku nonton film ini sekitar tahun 2009. Nih lagu yang mengharu biru. (*buatku sih)


The gods may throw the dice
Their minds as cold as ice
And someone way down here
Loses someone dear
The winner takes it all
The loser has to fall
It’s simple and it’s plain
Why should I complain?


But tell me does she kiss

Like I used to kiss you?
Does it feel the same
When she calls your name?
Somewhere deep inside
You must know I miss you
But what can I say?
Rules must be obeyed

Mbak Meryl Streep nyanyinya bener-bener penuh perasaan. Terlihat jelas   rasa pasrah, patah hati,  sedih dan marah bercampur manjadi satu. Ah, aku yang melihatnya ikut bernano-nano rasanya. Secara, aku juga pernah mengalami.

Rasa kehilangan kekasih pernah ku rasakan. Benar-benar sulit untuk menghalaunya. Masih terus dan terus menghantui pikiran dan sampai masuk ke alam bawah sadar. Pernah sampai ketakutan mau tidur, takut memimpikannya.

Sampai akhirnya ku temukan satu kalimat: “yang aku pikir baik untukku, tidak selamanya baik untukku”. Aku bangkit dari keterpurukan. Kekasihku yang aku anggap baik, belum tentu dia baik untukku.

Salah satu kesalahan manusia adalah mendahului kuasaNya. Percaya diri lebih dari percaya pada-Nya. Ketika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan maka rasa kekecewaaan akan mendominasi hati.

Aku pernah berada di titik ekstrim, tidak akan mengharapkan apapun dari orang lain. Aku trauma dengan kekecewaaan. Aku dan hati rapuhku akan semakin hancur lebur ketika apa yang kita harapkan tidak menjadi kenyataan. Dan tidak membuat harapan adalah penyelesaian praktis akan semua masalahku.

Tapi, aku hanya manusia biasa. Masih dan masih tetap berharap pada seseorang. Pada suami, pada anak, pada kawan dan sanak kerabat,  bahkan berharap pada diri sendiri.  Dan tentunya tidak semua apa yang aku harapkan terjadi. Mengharapkan suami yang romantis adalah hal yang hampir mustahil, maka aku tidak pernah ingin memiliki harapan itu.
*hehehe… piss pakne.

Sekarang yang aku perlukan adalah manajemen perasaan. Agar ketika terjadi hal yang tidak aku inginkan, kekecewaanku tidak berlarut-larut dan hati tak semakin rapuh. Intinya belajar berkompromi dengan keadaan lah. Tidak selalu roda ada di atas, ada kalanya roda akan berputar dan akan terus berputar.

Juga belajar manajemen kehilangan. Pada dasarnya kita tidak memiliki sesuatu. Semuanya adalah milikNya. Dia menitipkannya kepada kita dan akan diambil kembali kapanpun waktunya.  Termasuk kekasihku itu, dia datang hanya sebagai ujian seberapa mampu seorang Misb mampu mempertahankan dirinya dalam kebaikan. Dan ujian itu berakhir dengan diambilnya kekasihku itu dari sampingku.
(*koyo mati wae cah :D)

Sekarang sudah mulai mampu memaknai kehilangan. Kehilangan kekasih, kehilangan uang, kehilangan makanan dan kehilangan sandal (*wkwkwk). Semua bukan milikku, biarlah diambil dariku dan dipinjamkan kepada yang lain. Semua milikku dan semua milikmu akan diambil olehNya. Siap-siap ya…

Hidup ini sudah ada yang ngatur. Tinggal bagaimana kita mengisinya. Isi dengan hal-hal yang baik dan pasrahkan semuanya pada pemilikNya.

So, tersenyumlah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s