Surat buat Kang Agus

Hai Kang Agus,

Jane aku lebih tua dari sampeyan, tapi ndak apa-apa lah manggil kakang. Ben kethok mesra sithik. Hihihihi…

 

Awal aku mengenalmu… (*lha koq koyo nulis surat cinta?)

Aku menemukan sampeyan di situs merdeka[dot]com dan pendekartidar[dot]org. Trus dolan ke blog sampeyan, dan betah di sono. Langsung bookmark!

Kang… kang… tenanan to turu neng pelataran monas? Koq aku ora dijak? Aku rung tau nyang monas lho. Hiks..

 

Kalau mau mereview tentang sampeyan, koq aku kangelan ya. Lha wong sampeyan ini tiada duanya di dunia ini. Lak ora kembar to? Hihihi…

Aku dulu pernah punya pacar. Dan dia tidak bisa mendeksripsikan diriku dengan kata-kata yang melimpah ruah. Kekasihku hanya mengatakan 2 kata kepadaku: KAMU, ISTIMEWA.

Berhubung kekasihku sudah wafat dari pandangan mataku, maka “KAMU ISTIMEWA” aku sematkan kepada kakang Agus. Ya, kamu istimewa. Kamu, iya kamu.

 

Membaca setiap tulisan di blog sampeyan, nafsu menulisku kembali menggelegak (*halah, bosone ra penak blabar blas). Dulu jaman aku masih muda, aku aktif di forum kepenulisan, tapi setelah bekerja apalagi setelah punya momongan nafsu menulisku benar-benar menguap tak bersisa. Dan sampeyan berhasil membawanya kembali. Tepuk tangan….

Maturnuwun lho kang, adrenalin menulisku kembali bangkit. Sekarang jadi mau juga ngopeni blog yang sudah lama terdampar di wordpress. Kamu sesuatuh!

Btw, aku baru saja ikut lomba cerpen di grup emak-emak di FB dan menang dapet bingkisan. Tidak seberapa sih, tapiiii… rasanya luar biasa!!

Konon katanya juga mau dibikin kumcer. Hore. hore hore hore aku punya buku juga.

 

Ada postingan yang ada blog sampeyan yang membuatku merasakan aku padamu. Yang nikah-nikah bathukmu sempal itu. Aku pernah di posisi seperti itu. Ndak punya pacar blabar blas. Dari SD sampe SMA. Kebetulan kuliah masuk di semacam rohis, jadi punya pacar tidak lagi masuk hitungan. Padahal teman-temanku punya pacar semua. Dan sekalinya aku punya pacar untuk calon suami, duh duh duh ternyata….. ampun Gusti!!

Wes to kang, rasah pacaran, rugi jiwa raga lahir batin dunia akhirat. (*iki tenanan)

Kalau mau cari calon istri sampeyan pake jurus singkat Kalium Clorida (KCl) : KENAL, sama-sama COCOK, langsung LAMAR.

😀

 

Sudah segini saja suratnya, kapan-kapan kalau ada kesempatan dan kemauan disambung lagi. Mumpung masih syawal, mohon maaf lahir batin ya kang.

 

NB: Empat kali empat enambelas

Sempat tidak sempat harus dibalas

(koyok nek nulis surat jaman jik esde)

Advertisements

One thought on “Surat buat Kang Agus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s