kamu

ketika gulana datang mendesah
airmata tak lagi sanggup membasah
hanya mampu mencumbu resah
hati terdiam dalam lelah

aku tak lagi peduli kepada hujan
aku tak lagi mampu berbincang dengan awan
aku tak lagi bisa meminum pikiran
hanya bisu yang mampu ku telan

ku rasa lidahku telah kelu
ku lewatkan semuanya berlalu
menggigil dalam deru
meringkuk dalam semu

aku butuh kamu
ya, kamu!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s