Surat untuk istri kekasihku [ajarfiksi #3]

Pertama kali aku mendengar namamu

Aku masih ingat.
Aku dan kekasihku sepakat tidak pernah menggunakan kata ganti dia, temanku, kawanku untuk menyebutkan seseorang selain kami berdua. Kami harus menyebut siapa nama orang yang kami maksud. Tentunya agar tidak memberikan definisi ambigu ketika menyebut kawanku. Karena kawanku bisa bermakna dia seorang laki-laki atau dia seorang perempuan.

Dia menyebut namamu. Menunjukkan paket yang kamu kirimkan untuk dia. Menceritakan siapa dirimu, dimana kalian berkenalan, dan untuk apa kalian berhubungan. Aku memang tidak membatasi teman-temannya. Dia boleh berteman dengan siapa saja, lelaki maupun wanita. Kami mempunyai prinsip jujur dan percaya. Dan aku tidak mempermasalahkan namamu. Aku juga menerima nama wanita lain masuk ke telingaku. Dan mereka teman-teman kekasihku. Akupun memiliki teman-teman pria yang juga diketahui oleh kekasihku. Pun hanya sekadar teman kantor atau teman sekolah. Aku tidak memiliki teman lelaki baru setelah aku memiliki kekasihku.

Percayakah kamu bahwa  prinsip hubungan kami jujur dan percaya?

Aku telah mencoba mengingatkan kekasihku

Aku masih ingat.
Siang itu kekasihku menantiku yang sedang mengambil uang di atm. Dia asyik dengan ponselnya sampai tidak menyadari keberadaanku sudah disampingnya. Ku tanya apa yang sedang dilakukan, sebegitu pentingkan sampai begitu kaget ketika aku menyapanya.
Aku ambil ponselnya. Kulihat di layar, sebaris kata-kata romantis tersusun manis. Kata-katanya begitu rapi berjajar. Siapapun aku senang membacanya. Pasti penciptanya adalah seorang pujangga yang romantis. Hahaha… kenapa aku begitu membanggakan pembuat susunan kata-kata itu? Ya, karena aku yang membuatnya. Benar, aku yang membuatnya.

Dan kini sms kata-kataku itu akan dikirimkan kepada entah siapa.

Dia bercerita bahwa sering sms denganmu. Ketika kutanya berapa banyak smsnya. Dia menjawab paling sehari sekali. Sms tiap hari, pun hanya sekali sehari untuk seorang wanita menunjukkan adanya perhatian lebih untuknya. Aku mengingatkannya untuk tidak terlalu intens dalam berhubungan dengan teman wanita. Khawatir wanita itu akan memaknainya lebih. Dan aku takut mereka patah hati karena lelaki yang diharapkannya tenyata sudah memiliki kekasih. Tetapi jika kekasihku menyukainya aku persilahkan, tentunya harus menghilangkanku terlebih dahulu.

Dia mengatakan tidak akan ada wanita lain selain diriku. Dia hanya cinta kepadaku. Dan kemudian meyakinkan bahwa rasa sayangnya kepadaku tidak akan luruh dimakan waktu.

Kamu pasti juga tahu kata-katanya gombal, tapi aku menyukainya, kamu juga menyukainya?

Aku menemukan namamu begitu spesial

Aku masih ingat.
Menemaninya menyelesaikan skripsi membutuhkan energi yang luar biasa. Memiliki kekasih yang belajar ilmu pertelevisian membuatku bersemangat menemaninya. Bahkan kami sudah berencana akan hijrah ke Jakarta dan merajut hidup di sana. Bahkan sudah meminta maaf jikalau mungkin kelak tidak bisa berlebaran di kampung halaman karena pekerjaannya yang tidak mengenal waktu itu. Ah, kami terlalu jauh berencana.

Ketika selesai aku membantu edit naskahnya, dia menunjukkan hasil edit akhirnya kepadaku. Aku bersemangat menonton hasil syutingnya, slide demi slide. Berkomentar riang di sana sini. Tapi aku terdiam ketika di slide ucapan terimakasih aku menemukan ada namamu di sana. Sebaris setelah namaku. Aku protes dan menanyakan kenapa ada namamu di situ. Dia menjawab bahwa kamu sahabat yang telah ikut memberinya semangat sampai selesai tugas akhirnya ini. Aku tetap protes dan meminta dia menghapus namamu. Aku juga memasukkan nama kekasihku di lembar terimakasih skripsiku tetapi aku tidak memasukkan nama laki-laki lain, pun itu sahabatku. Dia menyanggupinya sebagai bukti bahwa hanya aku yang paling berharga untuknya.

Tetapi bisa saja setelah itu dia kembali memasukkan namamu dan mungkin menghapus namaku. Who knows?

Hari wisuda kekasihku

Aku masih ingat
Duduk di bangku pendamping wisuda membuatku jauh dari kekasihku. Aku lihat tadi dia sedang asyik dengan ponselnya. Aku melirik ponselku, tidak ada sms yang masuk.
Ku kirimkan sms kepadanya. Kulihat dia memegang kembali ponselnya. Aku bersiap menanti balasannya. Tapi tidak ada sms terkirim kepadaku pun sampai dia memasukkan kembali ponselnya di balik toganya.

Katanya tidak ada smsku masuk, ketika aku memprotes kenapa smsku tidak dibalas. Aku memaklumi. Bisa jadi memang jaringan sedang tidak bersahabat denganku.
Atau sepertinya dia sedang sms kepadamu, betulkah?

Di facebook kita berteman

Aku masih ingat
Kekasihku begitu gembira mengabarkan dia memiliki akun fb. Juga di bercerita tentang kamu yang membuatkannya akun itu. Dia memberi tahu email dan password yang dia gunakan. Agar aku bisa mengaksesnya. Dia juga memintaku memasukkan namaku di fb setelah aku membuat fb. Iya, aku belum memiliki akun fb. Malas terbawa gelombang media sosial bernama fb. Aku masih setia dengan friendster, karena friendster yang telah membuat aku dan kekasihku bertemu. Dari friendster kami sepakat untuk bersama selamanya. Pun aku juga tahu friendster juga yang menemukan kalian berdua.

Kau mengajukan pertemanan denganku. Aku terima. Aku juga ingin berteman dengan siapa teman-teman kekasihku. Mengetahui latar belakangmu selain dari yang diceritakan kekasihku.
Kamu masih ingat?

Ketika kau mengatakan jatuh hati kepada kekasihku

Aku masih ingat,
Aku masih ingat email yang kamu kirimkan kepadaku. Menanyakan apa hubungan aku dengan kekasihku, temanmu itu. Aku menjawab aku teman bimbelnya, teman sekebupaten tetapi beda sekolah. Aku tergelak ketika kamu mengatakan bahwa kamu menyukai kekasihku itu dan juga mengira aku menyukai lelaki yang kamu maksud. Aku tertawa dan mengiyakannya. Benar dugaanku, lelakiku telah membuat wanita ini terpikat. Bagaimana, siap bersaing secara fair?

Aku juga masih ingat ketika kamu sms aku menanyakan kenapa lelaki yang kita cinta itu tidak bisa kamu hubungi, juga menanyakan apakah aku bisa menghubunginya. Aku menjawab seharian ini aku tidak sms dengan lelaki itu. Ya, aku tidak sms karena seharian ini aku bersamanya. Bahkan aku masih ingat mengatakan kepada kekasihku bahwa dia mencarimu. Cemburu? Jelas!

Tapi aku masih menahan diri.Aku masih teringat suatu peristiwa di masa lalu, ketika suatu pagi aku dikejutkan oleh dua sms yang membuatku kaget. Saat itu aku baru memulai jatuh cinta kepadanya, seorang lelaki teman sekolah dari teman kuliahku. Aku merasakan dia mencintaiku, dan aku mencintainya tetapi kami masih diam dan memilih berbalut dalam nama persahabatan. Sms itu dengan langsung tanpa basa-basi mengatakan agar aku tidak mendekati lelaki itu. Karena lelaki itu sudah memiliki kekasih. Pengirim itu memberikan identitas, calon istri.

Aku masih ingat diamnya lelaki itu ketika aku marah-marah, kenapa tidak bilang dia sudah bilang calon istri, kenapa tidak bilang dia sudah punya kekasih, kenapa tidak bilang bahwa ada wanita yang menantinya. Dan sekarang aku jadi terdakwa karena bagi wanita itu aku yang menggodanya. Mengapa? Mengapa? Bukankah kita bersahabat, tetapi kenapa dia tidak jujur kepadaku. Aku begitu marah. Antara sakit hati dibilang wanita penggoda dan patah hati karena lelaki yang aku cintai ternyata sudah memiliki kekasih, bahkan calon istri.

Aku tidak mau kamu merasakan seperti apa yang aku rasakan waktu itu. Maka aku memilih duduk sebagai teman sekaligus pesaingmu. Aku masih percaya kekasihku masih mencintaiku, aku masih mempercayai kekasihku bahwa tidak ada wanita lain selainku. Dan terbukti dia jujur ketika menceritakan tentangmu. Kalaupun ada yang ditutupi itu sudah menjadi urusannya.

Ah, kamu harus tahu bertapa aku mempercayainya.

Aku memberi ijin lelakiku memilih wanita lain

Aku masih ingat.

Aku mengatakan kepada kekasihku bahwa aku menangkap gelagat kamu mencintainya. Iya, aku tidak to the point mengatakan bahwa kamu sudah mengatakan padaku bahwa kamu mencintainya. Aku ingin mengetahui reaksi kekasihku. Dia diam sejenak. Lalu kembali memintaku untuk percaya bahwa dia tidak ingin mencintai wanita lain selain aku. Baginya aku sudah cukup. Dan dia mengakui bahagia denganku dengan segala kekurangan dan kelemahanku.

Aku percaya. Tapi aku juga mengetahui, seorang wanita sampai jatuh hati kepada kekasihku pasti karena kekasihku telah melakukan sesuatu yang membuatnya terbuai dan terjerat asmara. Walaupun begitu aku masih ingin mempercayainya.
Aku masih ingat kalimat ini aku katakan kepada kekasihku.

“Aku mencintaimu, sangat mencintaimu tetapi jika ada wanita lain yang mencintaimu lebih dari aku mencintaimu, dan kamu mencintainya lebih dari kamu mencintaiku, walaupun sakit, aku akan merelakanmu”
Ya, aku memilih pergi daripada memiliki lelaki dengan wanita lain ke hatinya.
Kamu tahu, kekasihku hanya diam tanpa suara.

Facebook yang memberikan jawabannya.

Aku masih ingat.
Aku masih ingat rasanya ketika aku melihat email penuh kata mesra yang dikirimkan oleh kekasihku itu. Memang aku tidak menemukan namamu di inbox, tetapi dia teledor tidak menghapus email yang dia kirimkan untukmu di kotak outbox. Dan aku menemukannya. Ternyata percaya dan positif thinking membuatku terluka.
Kamu mau tahu rasanya?

Dia memilihku dan aku menerima

Dia memasangkan cincin di jariku. Cincin perak yang dia berikan untukku. Yang sebelumnya telah ku lemparkan entah kemana karena marahku. Kekasihku memintaku untuk menata kembali semuanya dari awal. Berdua dengannya saja, tanpa orang lain.

Ah, aku tidak tahu ternyata dia mengatakan hal yang sama kepadamu.

Aku disiakan dan aku meminta berpisah

Aku lelah. Aku lelah dengan ketidakpastian hubunganku. Usiaku semakin bertambah dan bertambah. Keluargaku terus mendesakku untuk segera menikah dengan kekasihku itu, tetapi sang kekasih masih berdalih ini dan itu di depan bapak ibuku. Semakin ke sini semakin pudar rasa perhatiannya kepadaku.
Aku meminta berpisah. Dia menolak. Dia tidak mau berpisah denganku. Dia memegang erat tanganku dan memintaku jangan meninggalkannya.
Kamu tahu, aku telah memintanya putus, bahkan berkali-kali, tetapi dia tidak mau dan tetap tidak mau. Bukankah mudah baginya jika tidak memilikiku dan dia bisa melenggang berdua denganmu, tanpaku. Mengapa dia menolak?

Mungkin dia hanya kasihan denganku.

Dan semuanya terkuak

Aku masih ingat ketika sore itu kita kembali terhubung. Setelah sekian lama kita dilarang saling menghubungi. Aku membaca kamu begitu khawatir dengan keadaanku dan bersalah karena dia memilihmu dan mencampakanku. Itu yang aku tangkap dari smsmu.
Kau tahu, seperti itu juga yang aku rasakan. Aku takut kamu begitu terluka saat kekasihku itu memilih tetap bersamaku dan meninggalkanmu. Aku takut hal buruk terjadi kepadamu.

Ah, ternyata semua terjadi di luar kuasa kita. Kita saling mengkhawatirkan, tetapi lelaki kita tidak memiliki hati dan tidak sampai berpikir apa yang ada di pikiran wanita-wanitanya.

Sore itu aku limbung. Tapi kemudian aku merasakan kekuatan besar telah memasukiku. Sinar terang berpendar kuat di kepalaku. Aku telah ditunjukkan dari kegelapan yang selama ini menyelimutiku.

Pukul dua pagi aku tidak kuat. Aku memutuskan untuk segera menuju ke rumah kekasihku itu. Perjalanan dini hari mendinginkan kepalaku. Kau mau tau apa aku menangis? Tidak. Aku telah kehilangan airmataku. Pun ketika 3 jam berlalu dan dia sudah ada di hadapanku. Aku sudah kehilangan rasa. Hilang sudah semua rasa yang ada di kepalaku dan di hatiku.
Pun ketika dia memelukku sebelum kereta hitam meninggalkan kotaku membawa pergi kekasihku dan membawa kisah cintaku. Aku tidak merasakan apa-apa.

Kamu percaya aku tidak merasakan apa-apa?

Aku meminta ayahnya segera menikahkan kalian

Aku masih ingat.
Aku menghubungi ayah kekasihku itu. Menjelaskan kenapa ada wanita kusut berdiri di depan pintu rumahnya ketika mataharipun belum terbit, bahkan lelaki yang aku tuju pun belum bangun. Beliau terkejut atas apa yang aku sampaikan. Aku tidak tahu apakah beliau percaya kepadaku. Mungkin beliau akan lebih percaya kepada anak kandungnya dari pada mantan pacar anaknya. Aku meminta beliau segera menikahkan anaknya denganmu. Ya, denganmu.
Bukankah itu yang kau inginkan?

Aku tahu dia mencintaiku, tetapi dia lebih mencintaimu. Dan aku tidak perlu menanyakan apa kau mencintainya lebih dari aku mencintainya.

Aku tidak perlu menanyakannya kepadamu.

Berjanjilah kepadaku
Kamu, wanita yang kini telah bersanding dengan kekasihku. Aku minta kau berjanji kepadaku.

Jadilah istri yang baik untukknya.
Dia memilihmu karena kamu wanita baik. Karena kamu membuatnya tenang. Karena kamu dicintainya. Karena kamu yang dia pilih. Jadilah istrinya yang terbaik. Jadilah harapan yang dulu aku ciptakan ketika dulu aku masih berharap menjadi isterinya. Temanilah, temanilah lelaki itu menjadi lelaki baik, menjadi imammu, menjadi pendampingmu di surga.

Jadilah ibu yang baik untuk anak-anaknya.
Kami dulu sudah bersiap dengan berapa jumlah anak kami, Bagaimana pola asuh yang akan kami terapkan. Dan sekarang itu menjadi bagianmu. Jadilah ibu terbaik untuk anak-anaknya. Di situ aku akan ada dalam doa.

Jadilah keluarga untuk keluarganya, yang sudah menjadi keluargaku
Aku sudah merasa menjadi bagian dari keluarganya. Adiknya temanku bercanda, kakaknya walau dalam diam tapi kami berteman. Ibu ayah sudah menganggap aku sebagai bagian dari keluarganya. Jadilah ipar yang baik buat si cantik dokter hewan itu. Dan jadilah menantu yang baik buat ayah yang berwibawa dan ibu yang lembut itu. Jadilah yang terbaik, karena ini harapanku dulu. Aku menyayangi mereka, dan titip sayangku untuk mereka lewat sayangmu.

Tidak usah mengkhawatirkanku. Aku baik-baik saja disini. Aku akan mencari bahagiaku dengan caraku sendiri. Pastikan saja kau bahagia, dan kau pastikan aku akan bahagia.
Kita harus bahagia.
Ya, kita harus bahagia.

Advertisements

2 thoughts on “Surat untuk istri kekasihku [ajarfiksi #3]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s