Sariawan oh Sariawan

Sariawan kali ini berkunjung di lidah. Ada si kembar di situ. Depan dan belakang lidah. Di belakang sana, di pipi dalam ada satu juga yang bertengger dengan asoynya. Harus bagaimana lagi, sariawan datang karena tak diundang. Sebenarnya sekadar kegigit, meradang dan jadilah daku membisu berhari-hari.

Kata artikel di gugel, sariawan dipicu dengan kondisi tubuh yang kurang fit, kurangnya vitamin c dan sebab kecelakaan kerja eh kecelakaan gigitan. Dan katanya juga karena stress. Tidak-tidak, daku tidak sedang stess. Cuma sedikit tertekan.

😛

Tergigit dan sedang sedikit bermasalah dengan otak, jadilah sariawan datang.Welcome..

Teman-teman kantor menanyakan apakah aku sedang badmud, kenapa tidak terdengar kata2 merduku seharian ini (merdu darimane?). Aku hanya bisa senyum-senyum. Jika ada yang mendekat dan menanyakan kabarku dengan serius, aku jawab dengan menjulurkan lidah. Yap, di ujung  kanan ini si kembar sariawan sedang bercengkrama.

Ihhhhh…

Negatifnya?

Duh, jangan kira makan jadi enak. Mau buka mulut saja perihnya ampun ampun. Sekadar mau nelen saja susah. Pan lidah sedang tidak bisa diajak kerjasama. Kata simbah disuruh kumur air garem, ditempelin es batu, ditempeli lombok. Huh hah huh hah!!

Kalo teman sih standar sarannya: kasih albotil saja, beres. Beres dari hongkong!! perihnya itu kayak tersayat2, sudah pernah merasakan nikmatnya albotil, dan aku menyerah. Tidak kuat!

*nyendok ager2 yang tidak perlu dikunyah bisa langsung telen.

Positifnya?

Ya dengan mulut yang tidak kompromi utk berbincang setidaknya nafsu buat ngomongin orang jadi direm. Hahaha… kebanyakan ngrasani orang ini, jadinya dikasih sariawan biar diem. Ah diem itu emas, Karena kalo gak diem perih.  Lagipula sariawan kali ini tidak lebih menyakitkan dari sariawan sebelumnya. 3 sariawan di ujung bibir, yang sati diameter hampir sesenti. mau senyum saja perih!

Tapi perihnya sariawan tidak lebih perih dengan disakiti sang pacar dulu. Perih oh telalu perih ketika tau dia pergi dengan wanita lain. *halaaah lebay!

Yah, bagaimanapun, dinikmati saja. Nanti juga sembuh sendiri.

*kan sudah langganan.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s