Tamu tak diundang yang pasti datang

Siang ini, bolos puasa. Aku berkunjung ke sebuah warung makan yang “dulu” cukup sering aku kunjungi. WM Sari Prasojo. Ada di jalan Mangun Sarkoro, Solo.

Tidak ada yang istimewa dengan menunya. Masakan jawa seperti umumnya menu warung makan untuk kalangan buruh seperti diriku ini. Sop ayamnya enak, oseng2 kikil dan rica2nya enak. secara keseluruhan menunya enak. harganya sedikit di atas rata-rata. tapi menurutku itu sepadan dengan kepuasan yang kudapatkan.

Satu yang tidak biasa tampil di warung makan itu adalah ketidakmunculan seorang lelaki paruh baya yang dulu sering muncul dengan topi abu-abunya. Ah, bahkan sampai sekarang aku tidak tau namanya.

ya, dia sudah dijemput oleh malaikat yang pasti akan menghampiri setiap makhluk yang bernafas. Ketegaran kutemui di wajah sang istri. Cukup akrab aku dengan si mbak. saking seringnya dulu berkunjung makan siang atau sarapan di sana.


Seperti siang ini, sebenarnya aku tidak mau sedikitpun menyinggung tentang suami terkasihnya. Malah dia yang menyamperiku dan bertanya:

“njenengan mpun pirso menawi bapak’e thole sampung mboten wonten?”

mudlingo kono… ameh njawab opo cobo…

aku mengiyakan dengan menyebutkan nama  temanku yang dulu memberitahuku. Dia lalu berkisah. tentang bagaimana upaya yang sudah diupayakan untuk kesembuhan suaminya.

iya, suaminya diketahui menderita leukimia akut, tanpa pemberitahuan sebelumnya. tahu-tahu sakit flubatuk, tidak sembuh2, periksa bolak-balik, cek jantung, cek paru, sehat. Setelah cek darah baru diketahui kadar leukositnya yang tinggi dan trombositnya yang sudah terlalu anjlok. dan vonis dijatuhkan. Leukimia akut!

ah, hati mana yang tak remuk mendengar yang terkasih sakit yang begitu serius.

Sungguh, kehidupan ini sudah ada yang mengatur, sudah ada yang menyutradarai, segalanya telah ditentukan atas kuasaNya. kita menusia hanya bisa berikhtiar, berdoa dan tawakal, keputusan tetap ada padaNya.

Sungguh, jika aku sudah harus dijemput malaikatku, aku ingin mati dengan sebaik-baiknya. Jika diijinkan bisa mati dengan khusnul khotimah, akhir yang baik. direlakan oleh orang2 terkasih, dan ikhlas meninggalkan orang-orang terkasih.

siap mati, to?

siap ra siap nek wis wayahe yo mangkaaaaattt…..

Allah, tetapkan imanku selalu di jalanMu, hidupkan aku dalam kebaikan, matikan aku dalam kebaikan.

Aamiin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s